Standar Kinerja Mengajar Guru
Standar Kinerja Mengajar Guru
Standar kinerja menjelaskan apa yang
diharapkan manajer dari pekerja sehingga harus dipahami pekerja.
Klarifikasi tentang apa yang diharapkan merupakan hal penting untuk
memberikan pedoman perilaku pekerja dan dipergunakan sebagai dasar untuk
penilaian. Standar kinerja merupakan tolok ukur terhadap mana kinerja
diukur agar efektif. Standar kinerja harus dihubungkan dengan hasil yang
diinginkan dari setiap pekerjaan (Wibowo, 2007 : 59).
Dalam standar kinerja itu ”. . . kita
mungkin mengukur kinerja karyawan berkaitan dengan dimensi-dimensi generik,
seperti kualitas, kuantitas, dan kesesuaian waktu dari pekerjaan. Atau kita
mungkin mengukur kinerja tentang pengembangan kompetensi, . . . atau pencapaian
tujuan seseorang” (Dessler, 2006 : 327).
Standar kinerja guru menurut Piet A.
Sahertian (Depdiknas, 2008 b : 21) berhubungan dengan kualitas guru dalam
menjalankan tugasnya seperti: (1) bekerja dengan siswa secara individual, (2)
persiapan dan perencanaan pembelajaran, (3) pendayagunaan media pembelajaran,
(4) melibatkan siswa dalam berbagai pengalaman belajar, dan (5) kepemimpinan
yang aktif dari guru.
Kinerja guru mempunyai spesifikasi
tertentu. Kinerja guru dapat dilihat dan diukur berdasarkan spesifikasi /
kriteria kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru (Depdiknas, 2008 b :
21).
Kompetensi merupakan faktor penting
bagi guru, tanpa itu guru tak layak mengajar. Kompetensi yang harus dimiliki
guru menurut Cogan adalah :
(1) kemampuan untuk memandang dan mendekati masalah-masalah pendidikan dari perspektif masyarakat global, (2) kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain secara kooperatif dan bertanggung jawab sesuai dengan peranan dan tugas dalam masyarakat, (3) kapasitas kemampuan berpikir secara kritis dan sistematis, dan (4) keinginan untuk selalu meningkatkan kemampuan intelektual sesuai dengan tuntutan jaman yang selalu berubah sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Sagala, 2006 : 209).
(1) kemampuan untuk memandang dan mendekati masalah-masalah pendidikan dari perspektif masyarakat global, (2) kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain secara kooperatif dan bertanggung jawab sesuai dengan peranan dan tugas dalam masyarakat, (3) kapasitas kemampuan berpikir secara kritis dan sistematis, dan (4) keinginan untuk selalu meningkatkan kemampuan intelektual sesuai dengan tuntutan jaman yang selalu berubah sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Sagala, 2006 : 209).
Sagala mengemukakan sepuluh kemampuan
dasar yang harus dimiliki guru, yaitu:
(1) menguasai landasan-landasan
pendidikan; (2) menguasai bahan pelajaran; (3) kemampuan mengelola program
belajar mengajar; (4) kemampuan mengelola kelas; (5) kemampuan mengelola
interaksi belajar mengajar; (6) menilai hasil belajar siswa; (7) kemampuan
mengenal dan menterjemahkan kurikulum; (8) mengenal fungsi dan program
bimbingan dan penyuluhan; (9) memahami prinsip-prinsip dan hasil pengajaran;
(10) mengenal dan menyelenggarakan administrasi pendidikan (Sagala,2006:210).
Lebih spesifik dan terinci, Seyfarth
(2002 : 144) mengemukakan lima kriteria umum untuk mengevaluasi kinerja
mengajar (instruction) guru. Kriteria, dalam hal ini adalah ”The characteristics, behaviors, and results
used to judge performance”. Rincian kelima kriteria tersebut adalah
sebagai berikut :
Knowledge of
Subject
- Teacher
demonstrates understanding of the subject being taught.
- Teacher
helps leaners to understand the significance of the topics or activities
studied.
Preparation and Planning
- Teacher
prepares instructional plans on both a daily and long-term basis.
- Teacher
makes advance arrangements for materials, equipment, and supplies needed
for instruction.
- Teacher
develops teaching procedures to match lesson objectives.
- Teacher
prepares plans for use by subtitute teachers in case it is necessary to be
absent.
- Teacher
works cooperatively with colleagues in the school and district to develop
curriculum and select instructional materials.
Implementing and Managing Instruction
- Teacher
makes the goal of instruction clear to all students.
- Teacher
monitors students’ performance and adjusts the pace and difficulty level
of instruction as needed.
- Teacher
reviews material previously learned before introducing new concepts.
- Teacher
maintains student interest and attention by using a variety of
instructional modes.
- Teacher
frequently checks students’ understanding of new material and reteaches
when indicated.
- Teacher
makes use of students’ ideas to introduce new concepts and reinforce
previously learned material.
- Teacher
allocates instructional time to activities that produce the highest rates
of student learning.
- Teacher
asks content-related questions that most students are able to answer correctly.
- Teacher
summarizes important points.
Student Evaluation
- Teacher
regularly assigns, collects, and evaluates students’ homework.
- Teacher
uses both teacher-made and standarized tests to check student progress.
- Teacher
provides feedback to students.
- Teacher
uses results of students evaluations to modify the pace of scope of
instruction.
- Teacher
provides detailed directions for completing assignments and evaluates
students’ work on the basis of specified criteria.
Classroom Environment
- Teacher
is fair and impartial in dealing with all students, including those of
different races and nationalities.
- Teacher
behaves towards all students in a friendly and accepting manner.
- Teacher
displays high expectations for the amount and quality of work to be
performed by students and expresses confidence in their ability.
- Teacher
maintains a bussinesslike learning climate without being humorless or
repressive.
- Teacher
informs students about classroom rules and procedures.
- Teacher
provides a safe, orderly, and attractive environment.
- Teacher
uses nonpunitive and preventive techniques for minimizing disruption and
maintaining learner involvement
(Seyfarth, 2002 : 146).
Di negara kita, berkaitan dengan
kompetensi guru, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen, pasal 1 butir 10 menyatakan bahwa ”Kompetensi adalah
seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki,
dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas
keprofesionalannya”. Adapun standar kompetensi yang harus dimiliki guru
terdapat dalam Permendiknas RI No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi Guru. Permen tersebut menyebutkan bahwa ”Standar
kompetensi guru ini dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama, yaitu
kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat
kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.” (BSNP, 2007 c : 8). Jika
ditelaah, kinerja mengajar guru banyak berkaitan dengan kompetensi pedagogik
dan kompetensi profesionalnya. Standar kompetensi pedagogik (untuk guru SMP)
meliputi :
(1) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek
fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional dan intelektual,
(2) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
yang mendidik,
(3) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata
pelajaran yang diampu,
(4) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik,
(5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk
kepentingan pembelajaran,
(6) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki,
(7) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun
dengan peserta didik,
(8) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan
hasil belajar,
(9) Memanfaatkan
hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran,
(10) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan
kualitas pembelajaran (BSNP, 2007 c : 35 - 41).
Sedangkan standar kompetensi
profesional (untuk guru SMP) meliputi : (1) Menguasai materi, struktur, konsep,
dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, (2)
Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu,
(3) Mengembangkan materi pembelajaran mata pelajaran yang diampu secara
kreatif, (4) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan
melakukan tindakan reflektif, dan (5) Memanfaatkan teknologi informasi dan
komunikasi untuk pengembangan diri (BSNP, 2007 c : 44 - 45).
Post a Comment for "Standar Kinerja Mengajar Guru"